By: Ubaidillah
El-Qoyz
Hanya di pondok kita
Dalam sehari melesat berjuta do’a
Lihatlah, malaikat sampai lelah manyampaikan do’a kita.
Hanya di pondok kita
Beribu kaki melangkah ke tempat yang sama
Tengoklah, para peri sampai terpana.
Hanya di pondok kita
Wajah-wajah basuhan wudhu itu tampak merona
Ah, mungkin bidadari merasa tersaingi di surga sana
TAPI...
Hanya di pondok kita
Ada ‘nama’ Gendut, Gembrot, Kampret, Bolot, bahkan Kolot!
Haha, iblis saja terbahak mendengarnya
Hanya di pondok kita
Pukulan dan emosi senior kita rasakan
Tahukah kalian demi apa? Sensasi!
Dan, hanya di pondok kita
Beribu sandal bisa pergi dan kembali dengan sendirinya!
Heuheuheu....
Sungguh lucu dagelan buatan Setan itu
Apa kurang banyak ceramah untuk kau dengar?
Apa kurang banyak dosa untuk kau tebar padamu sendiri?
Ingatlah, hanya di pondok kita
Kau punya kesempatan menabur benih untuk dituai
Blitar,
22 september, 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar