Kamis, 28 April 2016

Ujung Tusuk Sate (puisi)

Karya : M Bahrul F

Seraut mata memejam
Ujung matanya menembus celah kehidupan
lurus...    Terus tak pendar akan penderitaan
Hari gelap dan semakin gelap sesaat asap mengepul
Kini hanya tangisan tesembunyi dibalik jeritan

Mataku berjalan menyusuri pinggir jalan kekuasaan
terlihat menyesakkan penuh bangkai pelampiasan
Tatapan mayat melepuh dimakan nafsu penguasa
Tirani kehidupan perang sejarah salib ditabuh..  dan akhirnya padam

Aku..
Aku..  tak mampukah aku wahai sang penguasa keji.
Melawanmu dan membunuhmu.
Sula tak membuatku gentar
Bala tentaramu semangatpun belum pudar

Namun malam berjalan dengan iringan pedang. aku hina
Ratusan ribu jari kau terlantarkan
Daging-daging kau tancapkan
Kau tahu...    penderitaan mereka?
Sedangkan kau hanya tertawa menginjak potongan kepala manusia

Aku menangis saat diri kecil itu menancap
melukai seluruh kaum kami,  Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar